M005 Kenapa Mold Bisa Pecah (Crack)?


Meskipun mold tidak terkena beban berat pada saat dirakit, bila dipasang di mesin cetak injeksi dan operasi penmold dilakukan, mold akan mendapatkan beban berat diluar perkiraan saat digunakan.
Misalnya, kekuatan penjepit mold saat mold dijepit bisa dari beberapa ton sampai beberapa ratus ton, bahkan beberapa ribu ton. Hal ini diperlukan agar mold memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan tekanan kompresi.
Selain itu, untuk mengisi mold dengan plastik cair melalui gate dan runner, perlu tekanan pada plastik  ditentukan dan membuatnya mengalir di dalam mold. Alasannya adalah bahwa karena plastik cair adalah cairan yang memiliki viskositas, sehingga diperlukan kekuatan dorongan yang cukup untuk membuatnya mengalir ke dalam mold. Kekuatan tekanan bisa 1000 sampai 2000 kgf / cm2 di dekat inlet sprue, dan bahkan di dalam cavity tekanannya mencapai adalah 200 sampai 600 kgf / cm2.
Selain itu, karena tekanan diberikan untuk waktu yang sangat singkat yang biasanya tidak genap 1 detik, cukup banyak kejutan yang diterima pada pin inti dan dinding cavity, dan dalam beberapa kasus, ini dapat menyebabkan cacat pada bagian mold yang tipis dan pin panjang.
Dengan cara ini, jika kita secara kontinue melihat proses dimana bagian-bagian dari mold pecah, kita dapat menemukan penyebab yang sesungguhnya. Untuk memastikan bahwa mold tidak pecah, pada saat merancang mold, sangat penting untuk menentukan dasar penggunaan (tekanan injeksi, struktur mold, tekanan kerja, dll.). Hal ini karena kerusakan fatal dapat terjadi pada bagian yang tidak dilindungi oleh perhitungan yang baik setelah mold disiapkan jika persiapan mold dilakukan tanpa melakukan perhitungan kekuatan struktur dasar dan sementara cacat diperbolehkan hadir dalam struktur.
Selain itu, saat penekanan bagian mold misalnya pada saat machining & assembly, sangat penting untuk mempertimbangkan saat machining untuk memahami bentuk bagian, kualitas permukaan, keakuratan matching, dll. Di kasus permesinan, walaupun tanggung jawab minimum yang mungkin dapat dikatakan telah dilakukan selama pekerjaan tersebut memenuhi dimensi, akurasi, dan toleransi yang ditentukan dalam gambar, untuk membuat mold yang lebih unggul, diharapkan dapat memahami fungsi semua bagian mold, sehingga bisa maju selangkah lebih maju.
Untuk mempersiapkan mold yang tidak pecah, sangat penting bahwa ada keseimbangan antara konsep dasar dan pertimbangan dalam permesinan dan perakitan.

Comments